Tampilkan postingan dengan label Gallery. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gallery. Tampilkan semua postingan
Jumat, 27 Juni 2014
Aktivis PIK Remaja
Mumpung kegiatan lagi free, numpang ngeksis dulu depan kamera, unjuk senyum gituh.... yea ga? :D
wah itu belum apa-apa, sekarang ke kegiatan lain yuk... ngintip-ngintip pose gue,, hehe
nah itu tadi beberapa kegiatan disekolah... sekarang sosialisasinya yuk kita tengok..
udah lihat kan... gimana kegiatannya?
ada juga tuh tadi pelatihan softskill dari guru BK
pengurusnya juga ga mau kalah nih... wow ikut-ikut narsis...
Rabu, 25 Juni 2014
Seks Remaja dan batas-batas pergaulan
SEKS, REMAJA DAN BATAS-BATAS PERGAULAN
Kasus-kasus penyimpangan masalah seks, khususnya yang
dilakukan para remaja dari waktu ke waktu semakin mengkhawatirkan, sementara di
masyarakat kita terjadi pergeseran nilai yang semakin jauh sehingga
penyimpangan-penyimpangan dalam masalah seks itu sepertinya sudah tidak terlalu
dipersoalkan, padahal perzinahan merupakan sesuatu yang sangat keji dan harus
dihindari oleh setiap muslim sebagaimana yang disebutkan dalam QS 17:32.
Seks sebenarnya anugerah yang diberikan Allah pada
makhluk-makhluk Allah seperti binatang, tumbuh-tumbuhan dan khususnya manusia.
Karena itu amat wajar kalau manusia memiliki gairah seksual dan ingin
melampiaskan keinginan seksual itu. Allah Swt sendiri tidak pernah melarang
manusia untuk melampiaskan keinginan seksualnya selama menempuh jalur yang
dibenarkan, cara-cara yang benar dan pada saat yang tidak terlarang. Ketentuan
ini diberlakukan untuk kepentingan manusia juga. Jalur yang dibenarkan Allah
bagi manusia untuk melampiaskan keinginan seksnya itu adalah jalur pernikahan,
ini berarti orang yang belum menikah jangan coba-coba melampiaskan keinginan
seksualnya, karena itu berpacaran semestinya dilakukan sesudah pernikahan bukan
sebelum pernikahan, karena berpacaran itu sangat terkait dengan pelampiasan
keinginan seksual. Tapi keinginan atau hawa nafsu itu tetap tidak boleh
dibunuh, hanya harus dikendalikan agar manusia tidak dikendalikan oleh hawa
nafsunya sendiri. Sedangkan cara-cara dan saat-saat yang benar tentu saja
sebagaimana yang telah digariskan di dalam Islam dan kita telah mengetahuinya.
Remaja merupakan kelompok dari manusia yang baru tumbuh
dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, pertumbuhan remaja ini salah satunya
ditandai dengan kematangan biologis sehingga masa kanak-kanak ditinggalkan,
bagi wanita dengan haid yang pertama dan bagi pria dengan mengeluarkan sperma
dengan sebab mimpi, setelah itu pertumbuhan fisik berkembang cepat, badan jadi
cepat gede dan tinggi, suara mulai pecah, tumbuh juga rambut-rambut atau
bulu-bulu pada bagian tertentu dari tubuhnya yang bersamaan dengan itu juga
terjadi perubahan psikologis atau kejiwaan.
Karena masa remaja itu merupakan masa peralihan dari masa
kanak-kanak ke masa dewasa, maka banyak orang yang menyebut masa ini --meskipun
tidak selalu benar-- sebagai masa yang labil. Dalam kondisi yang demikian
itulah, masa remaja sangat membutuhkan bimbingan nilai-nilai Islam, bila mereka
jauh dari nilai-nilai Islam, maka yang terjadi kemudian adalah ketidakmampuan mengendalikan
diri. Dalam kaitan seks, para remaja harus mengendalikan hawa nafsunya, dan
Rasulullah Saw mengajarkannya dengan melaksanakan ibadah puasa.
Pendidikan Seks.
Dalam kaitan seks di kalangan remaja yang semakin
mengkhawatirkan - ini bisa kita simpulkan dari tingkat pergaulan bebas yang
sudah demikian luas hingga terjadi kasus-kasus pemerkosaan yang dilakukan
remaja, perzinahan yang mengakibatkan kehamilan diluar pernikahan serta
terjadinya tindakan pengguguran kandungan-, maka muncul gagasan yang menghendaki
agar diadakan perndidikan seks di sekolah, sehingga para remaja menjadi tahu
tentang persoalan seks.
Pendidikan seks sebenarnya bermula dari negara-negara
Barat yang generasi muda mereka memang sudah sangat bebas dalam masalah seks,
pendidikan seks bagi mereka adalah untuk mencegah agar jangan sampai terjadi
kehamilan di kalangan remaja setelah berzina, sehingga kalau pendidikan seks
diberikan diharapkan tidak terjadi lagi kehamilan remaja itu meskipun hubungan
seks dilakukan. Hamil dikalangan remaja barat itu terjadi karena para remaja
memang tidak mengerti masalah seks yang sesungguhnya, maka pendidikan seks
diberikan agar tidak terjadi kehamilan remaja yang dinilai bisa memutuskan masa
depan yang cerah bagi diri, keluarga dan bangsanya.
Oleh karena itu pendidikan seks semacam itu jelas tidak
dibenarkan di dalam Islam. Kalau kemudian orang bertanya tentang bagaimana
pendidikan seks dalam pandangan Islam, maka jawabannya adalah pendidikan seks
dalam Islam itu adalah mendidik para remaja agar tidak berzina, membenci
perzinahan dan terus berusaha untuk menjauhinya. Maka yang diterangkan dalam
pendidikan seks adalah hinanya perzinahan, bagaimana agar menghindari zina,
hukuman untuk para pezina dan sebagainya.
Peringatan Untuk Remaja.
Seks itu bisa mulia dan hina, mulia kalau melampiaskan
keinginannya dengan hal-hal yang dikehendaki Allah dan hina bila melanggar
ketentuan-ketentuan Allah Swt. Oleh karena itu para remaja khususnya dan semua
orang sebenarnya harus mengendalikan diri agar bisa mencegah dirinya dari
perbuatan zina yang keji itu. Allah Swt telah berfirman di dalam Al-Qur’an yang
artinya: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah
suatu perbuatan yang yang keji dan suatu jalan yang buruk (QS 17:32).
Agar para remaja dan kita semua bisa mencegah diri kita
dari hal-hal yang mendekati zina, ada ketentuan-ketentuan yang membatasi
pergaulan antara pria dengan wanita yang harus mendapat perhatiannya.
Batas-batas pergaulan itu adalah; pertama, menjaga pandangan mata
dari melihat lain jenis yang berlebihan, dalam hal ini Allah Swt berfirman yang
artinya: Katakanlah kepada laki-laki yang beriman; hendaklah mereka menahan
pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci
bagi mereka. ..... katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman; hendaklah
mereka menahan pandangan matanya dan memelihara kemaluannya ... (QS 24:30-31).
Di dalam hadits, Rasulullah Saw bersabda:
Telah berkata Jarir bin Abdullah: Saya pernah
bertanya kepada Rasulullah Saw tentang melihat wanita dengan tidak disengaja,
maka sabdanya: palingkanlah pandanganmu (HR. Muslim).
Ya Ali, janganlah engkau iringkan satu
pandangan (kepada wanita) dengan satu pandangan , karena yang pertama itu tidak
menjadi kesalahan, tetapi tidak yang kedua (HR. Abu Daud).
Kedua, tidak berdua-duaan antara pria dengan wanita
yang bukan mahram, karena hal ini sangat rawan terhadap godaan syaitan yang
memang selalu menggoda manusia ke jalan yang nista. Hal ini ditegaskan oleh
Rasul Saw dalam haditsnya:
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari
akhir, maka janganlah ia bersendirian dengan seorang wanita di suatu tempat
tanpa disertai mahramnya, karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan
(HR. Ahmad).
Ketiga, tidak bersentuhan kulit antara pria dengan
wanita, termasuk berjabatan tangan sebagaimana dalam beberapa hadits
disebutkan:
Sesungguhnya aku tidak berjabatan tangan
dengan seorang wanita (HR. Malik, Tirmidzi dan Nasa’i).
Tak pernah sekali-kali tangan Rasulullah
menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya (HR. Bukhari dan Muslim).
Ditikan seseorang dari kamu di kepalanya
dengan jarum dari besi, itu lebih baik daripada ia menyentuh seorang wanita
yang tidak halal baginya (HR. Thabrani).
Keempat, tidak berbaur antara pria dengan wanita dalam satu tempat, hal
ini terdapat dalam hadits Rasul Saw:
Telah berkata
Abu Asied: Rasulullah Saw pernah keluar dari masjid, padahal di waktu itu
laki-laki dan wanita bercampur di jalan, maka sabda Rasulullah (kepada
wanita-wanita): mundurlah! bukan hak kamu berjalan di tengah jalan; hendaklah
kamu ambil pinggir jalan (HR. Abu Daud).
Telah berkata
Ibnu Umar: Rasulullah melarang laki-laki berjalan diantara dua wanita (HR. Abu
Daud).
Dari gambaran
ini menjadi jelas bagi kita bahwa pria dengan wanita memang harus menjaga
batasan pergaulan agar tidak tidak terjadi perzinahan. Disamping itu perzinahan
harus dihindari juga dengan menumbuhkan rasa malu dan menghukum orang yang
berzina sebagaimana seharusnya. ini semua harus kita lakukan karena zina
membawa akibat yang sangat patal, tidak hanya di dunia seperti dengan
terjangkitnya penyakit AIDS, tapi juga di akhirat dengan siksa neraka yang
sangat pedih.
http://matericeramahdankultum.blogspot.com/2011/05/seks-remaja-dan-batas-batas-pergaulan.html
PERGAULAN REMAJA YANG SEHAT
pergaulan sehat remaja itu ada beberapa cara.
Diantaranya adalah :
1.) Adanya kesadaran beragama bagi remaja
Bagi anak remaja sangat diperlukan adanya pemahaman, pendalaman, serta ketaatan terhadap ajaran-ajaran agama. Dalam kenyataan sehari-hari menunjukkan, bahwa anak-anak remaja yang melakukan kejahatan sebagian besar kurang memahami norma-norma agama. Oleh karena itu, kita harus memiliki kesadaran beragama agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat.
2.) Memiliki rasa setia kawan
Agar dapat terjalin hubungan sosial remaja yang baik, peranan rasa setia kawan sangat dibutuhkan. Sebab kesadaran inilah yang dapat membuat kehidupan remaja masyarakat menjadi tentram.
3.) Memilih teman
Maksud dari memilih teman adalah untuk mengantisipasi agar kita tidak terpengaruh dengan sifat yang tidak baik/sehat. Walaupun begitu, tapi teman yang pegaulannya buruk tidak harus kita asingkan. Melainkan kita tetap berteman dengannya tapi harus menjaga jarak. Jangan terlalu dekat dengan dia.
4.) Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif
Bagi mereka yang mengisi waktu senggangnya dengan bacaan yang buruk (misalnya novel/komik seks), maka hal itu akan berbahaya, dan dapat menghalang mereka untuk berbuat baik. Maka dari itu, jika ada waktu senggang kita harus mengisinya dengan hal-hal yang positif. Misalnya menulis cerpen, menggambar, atau lainnya.
5.) Antara laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu
Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya remaja harus menjaga jarak dengan lawan jenisnya. Misalnya, jangan duduk terlalu berdekatan karena dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
6.) Menstabilkan emosi
Jika memiliki masalah, kita tidak boleh emosi. Harus sabar dengan cara menenangkan diri. Harus menyelesaikan masalah dengan komunikasi, bukan amarah/emosi. mari yuk kita cek di Bintang datang
1.) Adanya kesadaran beragama bagi remaja
Bagi anak remaja sangat diperlukan adanya pemahaman, pendalaman, serta ketaatan terhadap ajaran-ajaran agama. Dalam kenyataan sehari-hari menunjukkan, bahwa anak-anak remaja yang melakukan kejahatan sebagian besar kurang memahami norma-norma agama. Oleh karena itu, kita harus memiliki kesadaran beragama agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat.
2.) Memiliki rasa setia kawan
Agar dapat terjalin hubungan sosial remaja yang baik, peranan rasa setia kawan sangat dibutuhkan. Sebab kesadaran inilah yang dapat membuat kehidupan remaja masyarakat menjadi tentram.
3.) Memilih teman
Maksud dari memilih teman adalah untuk mengantisipasi agar kita tidak terpengaruh dengan sifat yang tidak baik/sehat. Walaupun begitu, tapi teman yang pegaulannya buruk tidak harus kita asingkan. Melainkan kita tetap berteman dengannya tapi harus menjaga jarak. Jangan terlalu dekat dengan dia.
4.) Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif
Bagi mereka yang mengisi waktu senggangnya dengan bacaan yang buruk (misalnya novel/komik seks), maka hal itu akan berbahaya, dan dapat menghalang mereka untuk berbuat baik. Maka dari itu, jika ada waktu senggang kita harus mengisinya dengan hal-hal yang positif. Misalnya menulis cerpen, menggambar, atau lainnya.
5.) Antara laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu
Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya remaja harus menjaga jarak dengan lawan jenisnya. Misalnya, jangan duduk terlalu berdekatan karena dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
6.) Menstabilkan emosi
Jika memiliki masalah, kita tidak boleh emosi. Harus sabar dengan cara menenangkan diri. Harus menyelesaikan masalah dengan komunikasi, bukan amarah/emosi. mari yuk kita cek di Bintang datang
Pentingnya Pendidikan seks
PENTINGNYA PENDIDIKAN SEX PADA
REMAJA
Karakteristik
Seksual Remaja
Pengertian seksual secara umum adalah sesuatu yang berkaitan dengan alat kelamin atau hal-hal yang berhubungan dengan perkara-perkara hubungan intim antara laki-laki dengan perempuan. Karakter seksual masing-masing jenis kelamin memiliki spesifikasi yang berbeda hal ini seperti yang pendapat berikut ini : Sexual characteristics are divided into two types. Primary sexual characteristics are directly related to reproduction and include the sex organs (genitalia). Secondary sexual characteristics are attributes other than the sex organs that generally distinguish one sex from the other but are not essential to reproduction, such as the larger breasts characteristic of women and the facial hair and deeper voices characteristic of men (Microsoft Encarta Encyclopedia 2002)
Pendapat tersebut seiring dengan pendapat Hurlock (1991), seorang ahli psikologi perkembangan, yang mengemukakan tanda-tanda kelamin sekunder yang penting pada laki-laki dan perempuan. Menurut Hurlock, pada remaja putra : tumbuh rambut kemaluan, kulit menjadi kasar, otot bertambah besar dan kuat, suara membesar dan lain,lain. Sedangkan pada remaja putri : pinggul melebar, payudara mulai tumbuh, tumbuh rambut kemaluan, mulai mengalami haid, dan lain-lain.
Seiring dengan pertumbuhan primer dan sekunder pada remaja ke arah kematangan yang sempurna, muncul juga hasrat dan dorongan untuk menyalurkan keinginan seksualnya. Hal tersebut merupakan suatu yang wajar karena secara alamiah dorongan seksual ini memang harus terjadi untuk menyalurkan kasih sayang antara dua insan, sebagai fungsi pengembangbiakan dan mempertahankan keturunan.
Pengertian seksual secara umum adalah sesuatu yang berkaitan dengan alat kelamin atau hal-hal yang berhubungan dengan perkara-perkara hubungan intim antara laki-laki dengan perempuan. Karakter seksual masing-masing jenis kelamin memiliki spesifikasi yang berbeda hal ini seperti yang pendapat berikut ini : Sexual characteristics are divided into two types. Primary sexual characteristics are directly related to reproduction and include the sex organs (genitalia). Secondary sexual characteristics are attributes other than the sex organs that generally distinguish one sex from the other but are not essential to reproduction, such as the larger breasts characteristic of women and the facial hair and deeper voices characteristic of men (Microsoft Encarta Encyclopedia 2002)
Pendapat tersebut seiring dengan pendapat Hurlock (1991), seorang ahli psikologi perkembangan, yang mengemukakan tanda-tanda kelamin sekunder yang penting pada laki-laki dan perempuan. Menurut Hurlock, pada remaja putra : tumbuh rambut kemaluan, kulit menjadi kasar, otot bertambah besar dan kuat, suara membesar dan lain,lain. Sedangkan pada remaja putri : pinggul melebar, payudara mulai tumbuh, tumbuh rambut kemaluan, mulai mengalami haid, dan lain-lain.
Seiring dengan pertumbuhan primer dan sekunder pada remaja ke arah kematangan yang sempurna, muncul juga hasrat dan dorongan untuk menyalurkan keinginan seksualnya. Hal tersebut merupakan suatu yang wajar karena secara alamiah dorongan seksual ini memang harus terjadi untuk menyalurkan kasih sayang antara dua insan, sebagai fungsi pengembangbiakan dan mempertahankan keturunan.
Karakteristik Seksual Remaja
Pengertian seksual secara umum adalah sesuatu yang berkaitan dengan alat kelamin atau hal-hal yang berhubungan dengan perkara-perkara hubungan intim antara laki-laki dengan perempuan. Karakter seksual masing-masing jenis kelamin memiliki spesifikasi yang berbeda hal ini seperti yang pendapat berikut ini : Sexual characteristics are divided into two types. Primary sexual characteristics are directly related to reproduction and include the sex organs (genitalia). Secondary sexual characteristics are attributes other than the sex organs that generally distinguish one sex from the other but are not essential to reproduction, such as the larger breasts characteristic of women and the facial hair and deeper voices characteristic of men (Microsoft Encarta Encyclopedia 2002)
Pendapat tersebut seiring dengan pendapat Hurlock (1991), seorang ahli psikologi perkembangan, yang mengemukakan tanda-tanda kelamin sekunder yang penting pada laki-laki dan perempuan. Menurut Hurlock, pada remaja putra : tumbuh rambut kemaluan, kulit menjadi kasar, otot bertambah besar dan kuat, suara membesar dan lain,lain. Sedangkan pada remaja putri : pinggul melebar, payudara mulai tumbuh, tumbuh rambut kemaluan, mulai mengalami haid, dan lain-lain.
Seiring dengan pertumbuhan primer dan sekunder pada remaja ke arah kematangan yang sempurna, muncul juga hasrat dan dorongan untuk menyalurkan keinginan seksualnya. Hal tersebut merupakan suatu yang wajar karena secara alamiah dorongan seksual ini memang harus terjadi untuk menyalurkan kasih sayang antara dua insan, sebagai fungsi pengembangbiakan dan mempertahankan keturunan.
Pengertian seksual secara umum adalah sesuatu yang berkaitan dengan alat kelamin atau hal-hal yang berhubungan dengan perkara-perkara hubungan intim antara laki-laki dengan perempuan. Karakter seksual masing-masing jenis kelamin memiliki spesifikasi yang berbeda hal ini seperti yang pendapat berikut ini : Sexual characteristics are divided into two types. Primary sexual characteristics are directly related to reproduction and include the sex organs (genitalia). Secondary sexual characteristics are attributes other than the sex organs that generally distinguish one sex from the other but are not essential to reproduction, such as the larger breasts characteristic of women and the facial hair and deeper voices characteristic of men (Microsoft Encarta Encyclopedia 2002)
Pendapat tersebut seiring dengan pendapat Hurlock (1991), seorang ahli psikologi perkembangan, yang mengemukakan tanda-tanda kelamin sekunder yang penting pada laki-laki dan perempuan. Menurut Hurlock, pada remaja putra : tumbuh rambut kemaluan, kulit menjadi kasar, otot bertambah besar dan kuat, suara membesar dan lain,lain. Sedangkan pada remaja putri : pinggul melebar, payudara mulai tumbuh, tumbuh rambut kemaluan, mulai mengalami haid, dan lain-lain.
Seiring dengan pertumbuhan primer dan sekunder pada remaja ke arah kematangan yang sempurna, muncul juga hasrat dan dorongan untuk menyalurkan keinginan seksualnya. Hal tersebut merupakan suatu yang wajar karena secara alamiah dorongan seksual ini memang harus terjadi untuk menyalurkan kasih sayang antara dua insan, sebagai fungsi pengembangbiakan dan mempertahankan keturunan.
Pengertian Pendidikan Seks
Pengertian Pendidikan Seks (Sex Education)
Pendidikan
seks (sex education) adalah suatu informasi mengenai persoalan
seksualitas manusia yang jelas dan benar. Informasi itu meliputi proses
terjadinya pembuahan, kehamilan sampai kelahiran, tingkah laku seksual,
hubungan seksual, dan aspek-aspek kesehatan, kejiwaan dan kemasyarakatan.
Pendapat lain mengatakan bahwa Pendidikan
Seks (sex
education) adalah suatu pengetahuan yang kita ajarkan mengenai segala
sesuatu yang berhubungan dengan jenis kelamin. Ini mencakup mulai dari
pertumbuhan jenis kelamin (Laki-laki atau wanita). Bagaimana fungsi kelamin sebagai alat reproduksi. Bagaimana
perkembangan alat kelamin itu pada wanita dan pada laki-laki. Tentang
menstruasi, mimpi basah dan sebagainya, sampai kepada timbulnya birahi karena
adanya perubahan pada hormon-hormon. Termasuk nantinya masalah perkawinan,
kehamilan dan sebagainya.
Pendidikan seks atau pendidikan
mengenai kesehatan reproduksi
atau yang lebih trend-nya “sex
education” sudah seharusnya diberikan kepada anak-anak yang sudah
beranjak dewasa atau remaja, baik melalui pendidikan formal maupun informal.
Ini penting untuk mencegah biasnya sex education maupun
pengetahuan tentang kesehatan reproduksi di kalangan
remaja.
Pentingnya Pendidikan Seks (Sex Education) Bagi Remaja
Ada beberapa hal mengenai Pentingnya
Pendidikan Seks bagi Remaja, diantaranya yaitu:
• Untuk mengetahui informasi seksual bagi remaja
• Memiliki kesadaran akan pentingnya memahami
masalah seksualitas
• Memiliki kesadaran akan fungsi-fungsi
seksualnya
• Memahami masalah-masalah seksualitas remaja
• Memahami faktor-faktor yang menyebabkan
timbulnya masalah-masalah seksualitas
Selain itu ada dua faktor mengapa pendidikan
seks (sex education) sangat penting bagi remaja. Faktor
pertama adalah di mana anak-anak tumbuh menjadi remaja, mereka belum
paham dengan sex education, sebab orang tua masih menganggap bahwa membicarakan
mengenai seks adahal hal yang tabu. Sehingga dari ketidak fahaman tersebut para
remaja merasa tidak bertanggung jawab dengan seks atau kesehatan anatomi reproduksinya.
Faktor kedua, dari
ketidakfahaman remaja tentang seks dan kesehatan anatomi reproduksi mereka, di
lingkungan sosial masyarakat, hal ini ditawarkan hanya sebatas komoditi,
seperti media-media yang menyajikan hal-hal yang
bersifat pornografi, antara lain, VCD, majalah, internet, bahkan tayangan
televisi pun saat ini sudah mengarah kepada hal yang seperti itu. Dampak dari
ketidakfahaman remaja tentang sex education ini, banyak hal-hal negatif
terjadi, seperti tingginya hubungan seks di luar nikah, kehamilan yang tidak
diinginkan, penularan virus HIV dan
sebagainya.
Ada beberapa pendapat yang bilang, ”sex
education” memang pantas dimasukkan dalam kurikulum di sekolah
menengah, apalagi siswa pada ini adalah masa pubertas. Pendidikan
Seks ”Sex education” sangat perlu sekali untuk
mengantisipasi, mengetahui atau mencegah kegiatan seks bebas dan mampu
menghindari dampak-dampak negatif lainnya.
Mungkin kita baru menyadari betapa pentingnya
pendidikan seks karena banyak kasus pergaulan bebas
muncul di kalangan remaja dewasa ini. Kalau kita berbicara tentang pergaulan
bebas, hal ini sebenarnya sudah muncul dari dulu, hanya saja sekarang
ini terlihat semakin parah. Pergaulan bebas remaja ini bisa juga karena dipicu
dengan semakin canggihnya kemajuan teknologi, juga sekaligus dari faktor
perekonomian global. Namun hanya menyalahkan itu semua juga bukanlah hal yang
tepat. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu memberikan pendidikan
seks (sex education) kepada generasi muda.
Oleh: Diana Septi Purnama
Kata kunci artikel :Cahaya Insan
Pendidikan Seks Memang Sult, Tapi harus
Pendidikan Seks Memang Sulit, Tapi Harus
Penulis : Lusia Kus Anna | Rabu, 4
Mei 2011 | 13:43 WIB
TERKAIT:
- Pendidikan Seks Mulai Masuk Kampus
- Tes Keperawanan Itu Barbar!
- Tahapan Edukasi Seks di Keluarga
- Awali di Rumah, Sekolah yang Melanjutkan
- Kaum Ibu Menuntut Pendidikan Seks
KOMPAS.com (4/5/2011)- Penelitian-penelitian tentang perilaku seks
remaja saat ini sungguh memprihatinkan. Komite Nasional Perlindungan Anak
(Komnas PA) belum lama ini melansir data, 93 persen anak SMP-SMA di 12 kota
besar sudah pernah melakukan hubungan seks. Data dari Departemen Kesehatan juga
menyebutkan, separuh penderita HIV/AIDS adalah remaja.
Boro-boro mengajarkan kepada anak
kalau orangtuanya sendiri merasa itu bukan sesuatu yang harus disosialisasikan.
-- Sani B Hermawan
Praktik hubungan seks pranikah yang
banyak terjadi di kalangan remaja itu, menurut Sani B.Hermawan, psikolog dari
Lembaga Konsultasi Daya Insani, antara lain dipengaruhi berbagai hal, namun
terutama karena rasa ingin tahu anak yang besar.
"Pada dasarnya anak memang
punya rasa ingin tahu besar, ditambah lagi dengan arus informasi yang masuk dan
sulit dibendung melalui media digital. Mereka melihat dan ingin punya
pengalaman serupa," kata Sani ketika dihubungi Kompas.com, pekan
lalu.
Dia menambahkan, selama ini banyak
anak yang tumbuh tanpa pendidikan seksual karena orangtua merasa tabu bicara
seks dengan anak-anaknya. Banyak pula orangtua takut menjelaskan tentang seks
karena khawatir anaknya justru mencoba-coba.
Seks, yang berarti jenis kelamin,
menurut Sani, sudah mengalami reduksi makna sebagai sesuatu yang porno atau
hubungan kelamin. Hal itu mengakibatkan paradigma orang terhadap kata seks juga
salah. Pendidikan seks selalu berkonotasi cara-cara mengajarkan hubungan
seksual.
"Boro-boro mengajarkan kepada
anak kalau orangtuanya sendiri merasa itu bukan sesuatu yang harus
disosialisasikan," imbuh psikolog yang aktif sebagai pembicara mengenai
pendidikan seks di berbagai seminar dan sekolah ini.
Padahal, lanjut Sani, jika kita
mencoba setia pada asal-usul katanya, pendidikan seks bisa bermakna sangat luas.
Konsepnya lebih berorientasi pada identifikasi gender, anatomi, fungsi, hingga
kesehatan alat reproduksi. Pendidikan tersebut seharusnya diberikan sejak dini
dan disesuaikan dengan tingkat kematangan serta daya tangkap anak.
"Sejak balita, anak sudah bisa
diajari tentang perbedaan tubuh laki-laki dan perempuan, mengapa laki-laki
tidak boleh memakai rok, cara duduk, atau cara menggunakan toilet sesuai jenis
kelamin. Itu juga pendidikan seks, tapi kita tidak pernah ngeh,"
paparnya.
"Selain mengenali fungsi alat
reproduksi, pendidikan seks juga bermanfaat untuk menghindarkan anak dari
pelecehan dan kekerasan seksual.
"Anak harus diajari untuk
berkata tidak jika ada orang lain yang menyentuh bagian-bagian tubuhnya. Yang
boleh menyentuh hanya orangtua dan dokter ketika memeriksa," katanya.
Penunjang Pendidikan
Seks, menurut Sani, merupakan
penunjang pengetahuan lain yang sudah didapatkan anak, seperti ilmu biologi,
agama, bimbingan dan konseling, atau tata krama.
"Pada ilmu sains, sebenarnya
pendidikan tentang seks sudah ada, tetapi lebih ke arah reproduksi, bukan ke
arah bagaimana menjaganya, yaitu bahwa seks itu sesuatu yang punya value. Bila
pendidikan seks diajarkan sejak dini, ketika anak belajar tentang reproduksi di
kelas 6 SD, anak sudah nyambung," katanya.
Namun, menurut Sani, meskipun saat
ini pendidikan seks belum menjadi salah satu mata pelajaran khusus di sekolah,
sekolah tetap bisa memberikan pendidikan seks melalui seminar dengan
menghadirkan psikolog atau dokter. Pendidikan seks juga bisa dimasukkan dalam
sesi bimbingan dan konseling.
"Dengan dasar-dasar pengetahuan
tadi, diharapkan anak bisa menjaga dirinya dari sikap-sikap yang tidak sesuai
norma," katanya.
Badan kesehatan dunia (WHO) juga
menyimpulkan pentingnya pendidikan seks untuk anak. Tanpa itu, angka-angka
kawin dan hamil muda, aborsi ilegal, penyimpangan seksual dan penyakit kelamin
remaja, serta bentuk penyimpangan seksual di dunia akan semakin meningkat.
mari kita perdalam di Cahaya Insan
Langganan:
Postingan (Atom)


















.jpg)